Mengenal 6 Permainan Tradisional Aceh: Alternatif Sehat untuk Anak Jauh dari Gawai
Permainan tradisional Aceh seperti galah, geudeu-geudeu, dan meugasing bukan sekadar hiburan—melainkan cara melatih motorik, sosial, dan menjaga anak tetap bergerak aktif. Panduan ringkas untuk orang tua.
Bagaimana artikel ini dibuat. Draf disusun dengan bantuan AI untuk kecepatan, lalu diperiksa dan disunting oleh Pemimpin Redaksi sebelum terbit (). Klaim penting — angka, biaya, kontak, dan hal medis — wajib bersumber dan melewati Verification Gate redaksi. Lihat kebijakan editorial.

Kenapa Permainan Tradisional Penting?
Di era gawai, anak-anak semakin banyak menghabiskan waktu di depan layar. Data dari berbagai studi menunjukkan bahwa anak yang kurang bergerak berisiko mengalami obesitas, gangguan tidur, dan keterlambatan motorik. Sementara itu, permainan tradisional Aceh yang diwariskan turun-temurun justru menawarkan solusi alami: bergerak, bersosialisasi, dan bersenang-senang tanpa listrik.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan anak usia 5–17 tahun melakukan aktivitas fisik minimal 60 menit per hari dengan intensitas sedang hingga berat. Permainan tradisional seperti galah dan geudeu-geudeu secara alami memenuhi rekomendasi ini karena melibatkan lari, lompat, dan koordinasi tubuh.
Di Aceh, permainan tradisional bukan sekadar hiburan. Ia adalah media mewariskan nilai-nilai luhur: kerja sama, sportivitas, dan rasa syukur atas nikmat tubuh yang sehat. Ini selaras dengan semangat menjaga amanah kesehatan yang diajarkan dalam Islam.
6 Permainan Tradisional Aceh yang Bisa Dimainkan Keluarga
- Galah (Meu'en Galah): Permainan beregu di arena garis. Pemain penyerang berusaha melewati penjaga tanpa tersentuh. Melatih kelincahan, kecepatan, dan strategi tim.
- Geudeu-geudeu: Permainan kejar-kejaran tradisional. Melatih stamina dan kecepatan reaksi. Bisa dimainkan di halaman rumah atau lapangan terbuka.
- Meugasing (Gasing): Memutar gasing kayu menggunakan tali. Melatih ketelitian, koordinasi tangan-mata, dan kesabaran. Masih sering dilombakan di Pekan Kebudayaan Aceh (PKA).
- Peupok Boh Kreh: Permainan menggunakan biji karet yang dilempar dan ditangkap. Melatih refleks dan koordinasi mata-tangan.
- Congklak (Meucangkeuh): Permainan papan dengan biji-bijian. Melatih berhitung, strategi, dan konsentrasi. Cocok dimainkan dalam ruangan saat cuaca panas.
- Lompat Tali (Tarek Situek): Tali karet direntangkan dua orang, pemain lain melompati. Melatih kelenturan, keseimbangan, dan kekuatan kaki.
Cara Memulai: Panduan untuk Orang Tua
Jangan merasa harus menguasai semua permainan sekaligus. Pilih satu permainan yang paling sederhana—misalnya congklak atau lompat tali—dan mainkan sore ini bersama anak. Yang terpenting adalah konsistensi dan suasana menyenangkan.
Ajak anak-anak tetangga atau sepupu untuk bermain bersama. Permainan seperti galah dan geudeu-geudeu justru lebih seru bila dimainkan berkelompok. Ini sekaligus mempererat hubungan sosial anak dengan lingkungan sekitar—sesuai dengan nilai gotong royong dalam budaya Aceh.
Bila anak terbiasa dengan gawai, mulailah dengan aturan sederhana: "30 menit bermain di luar, baru boleh pegang HP." Kebiasaan kecil ini, bila dijaga, akan membentuk pola hidup aktif jangka panjang. Sebagaimana pesan dalam mendidik anak: ikhtiar orang tua adalah menanamkan kebiasaan baik, hasilnya kita serahkan kepada Allah.
Manfaat untuk Tumbuh Kembang Anak
- Motorik kasar: Berlari, melompat, melempar, dan menangkap melatih otot besar dan koordinasi tubuh.
- Motorik halus: Congklak dan meugasing melatih jari-jemari, ketelitian, dan koordinasi tangan-mata.
- Sosial-emosional: Bermain berkelompok mengajarkan bergiliran, kerja sama, mengelola konflik, dan sportivitas.
- Kognitif: Strategi dalam galah dan congklak melatih perencanaan, problem solving, dan berhitung.
- Pengurangan screen time: Anak yang asyik bermain di luar ruangan akan lupa pada gawainya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
- Apakah permainan ini aman untuk anak usia TK?
- Sebagian besar aman dengan pengawasan. Untuk anak TK, mulailah dengan congklak dan lompat tali rendah. Galah dan geudeu-geudeu lebih cocok untuk anak SD ke atas karena membutuhkan stamina dan pemahaman aturan yang lebih tinggi.
- Di mana bisa membeli gasing dan congklak di Aceh?
- Gasing dapat ditemukan di pasar tradisional di Banda Aceh, Takengon, atau toko kerajinan di kawasan wisata. Congklak juga tersedia di toko mainan. Alternatifnya, congklak bisa dibuat sendiri dari kardus bekas dan biji asam atau kerikil—aktivitas kreatif yang melibatkan anak.
Sumber & Metode
- World Health Organization — Physical Activity (2024)Diakses 14 Juli 2026
- Traveloka — 8 Permainan Tradisional Aceh yang Tetap EksisDiakses 14 Juli 2026
- Tribun Aceh — Melestarikan Permainan Tradisional Rakyat AcehDiakses 14 Juli 2026
- AcehTrend — Gasing, Permainan Tradisional yang Mulai LangkaDiakses 14 Juli 2026
Bermanfaat? Bagikan ke keluarga & teman.


